"Misteri Medan Magnet di Gunung Kelud", Benarkah itu ?
Kendaraan bermotor yang melaju sendiri ketika melalui jalanan yang
menurun adalah hal yang biasa. Tetapi bagaimana jika mobil yang dalam
keadaan mesin tidak dihidupkan mampu menanjak sendiri. Itulah hal
terjadi di daerah daerah tertentu di muka bumi ini. Para ahli
memperkirakan hal ini terjadi kareana adanya daya magnet yang tinggi di
tempat tersebut.
Tentunya salah satu yang menarik disini adalah apakah ada gaya tarik
bumi atau magnet yang menarik mobil sehingga ada yang mengatakan dan
menyatakan bahwa badan mobil dapat naik keatas tanpa mesin ? Gejala ini
banyak yang diakui pernah diamati dibanyak tempat. Ada yang bilang ada
di Arab, tapi saya belum pernah melihatnya. Juga ada yang ada di Gunung
Kelud Jawa Timur yang bahkan hingga menarik minat MIPA Geofisika ITS
untuk membuktikannya.
Saya tertarik dengan yang telah diteliti oleh Pak Seno (Dosen Geofisika) dan Pak Amin (Dosen Teknik Sipil) dari ITS, karena beliau berdua menyatakan misteri mobil berjalan naik di Gunung Kelud
tidak terbukti adanya gaya magnet sehingga mobil berjalan keatas.
Bahkan Pak Amien pernah menyatakan jalan itu justru miring 5% menurun
sesuai arah pergerakan mobil. Pak Amien-pun menyatakan Jalan Misteri di Gunung Kelud Ternyata Hanya Ilusi
Fenomena jalan misteri Gunung Kelud pemah menjadi perhatian Prof. Yohanes Surya PhD, ketika diwawancarai Detikcom
(29 Maret 2007). Profesor yang identik dengan Tim Olimpiade Fisika
Indonesia (TOFI) ini menjelaskannya dengan ilmu fisika. “Itu hanya ilusi
mata saja,” katanya. Profesor Yohanes menjelaskan, jalur misteri itu
jalan yang sebenarnya miring, tapi kemiringannya kecil sekali (sekitar 1
derajat hingga 5 derajat) sehingga tidak terlihat. “Bila kita berdiri
di suatu jalan yang kemiringannya lebih besar, baru jalan itu akan
kelihatan naik atau menanjak,” ujarnya.
Misteri ini pernah ditulis Profesor Yohanes di rubrik Fenomena majalah Intisari edisi Maret. Dia menjawab pertanyaan Ratna Juanita Setiawati yang menanyakan mysterious road
di Jeju Island, Korea. Setiap benda yang diletakkan di atas jalan
tersebut bisa bergerak maju, padahal jalan itu menanjak. Mulai dari
botol minuman kosong sampai bus pariwisata sarat penumpang, semuanya
bisa menanjak meski mesinnya tidak dinyalakan. Logikanya, tiap barang
yang diletakkan di permukaan jalan yang menanjak akan meluncur turun,
bukannya menanjak seperti di jalan itu.
Profesor Yohanes menjawab seperti penjelasan di atas. Ditambahkannya
pula, padajalan yang yang cukup licin dengan kemiringan 5 derajat, mobil
bisa dipercepat dengan 0,8 meter/detik. Artinya, tiap detik
kecepatannya bertambah 2,9 km/jam. Ini cukup besar. Bayangkan, dalam 10
detik kecepatannya bisa mencapai 29 km/jam. “Jadi tidak heran kalau
botol minuman dan bus pariwisata akan meluncur di jalur misterius itu
walaupun mesin tidak dinyalakan,” ujar Profesor Yohanes.
Profesor Yohanes menampik dugaan adanya medan magnet di kawasan
Gunung Kelud. “Kalau ada magnet, besi-besi akan tertarik semua.
Dampaknya juga lebih luas, alat elektronik bisa rusak semua,” ujarnya.
Ilusi
Ketika
mobil berjalan pada tempat yang datar, maka yang dilihat oleh mata kita
adalah pohon-pohon yang ada di kiri kanan jalan. Secara logika
sederhana, dan sudah otomatis di otak bahwa pohon ini akan berdiri tegak
ke atas. Begitu juga ketika jalanan menurun, maka pohon ini akan tetap
terlihat tegak vertikal keatas.
Gambar disebelah ini memperlihatkan secara normal bahwa mobil dengan mesin menyala berjalan sesuai dengan arah dan pohon berdiri vertikal sebagai acuan mata untuk melihat mana atas dan bawah.
Bagaimana mungkin kita berilusi ketika berada dalam kendaraan (mobil) ?
Ketika jalan itu miring sedangkan pohon yang sering kita pergunakan sebagai “acuan vertikal” juga miring maka yang terjadi seperti dalam gambar disebelah ini. Klick gambarnya untuk memperbesar. Sebanrany amobil ini mundur sendiri ketika mesin dimatikan. Arah kemiringan jalan sebenarnya ke arah kanan (sebelah kanan rendah), namun pepohonan ini miring dengan arah yang berlawanan dengan kemiringan jalan. Sehingga pikiran kita “tertipu” oleh mata kita yang seolah-olah melihat kemiringan jalan kearah kiri. Logika kita menyatakan seperti gambar normal diatas.
Pada ruas-ruasa jalan tertentu gejala ini akan lebih mudah menipu mata kita apalagi kalau kita sedang pada sebuah tempat atau jalan panjang yang secara naik (menanjak) tetapi ada ruas kecil menurun seperti dibawah ini. ketika mobil pada posisi di ruas jalan yang menurun ini akan terasa seolah-olah mobil tetap menanjak karena kemiringan jalan sangat landai dan pepohonan menipu persepsi otak.
Sumber : Dongeng Geologi
Gambar disebelah ini memperlihatkan secara normal bahwa mobil dengan mesin menyala berjalan sesuai dengan arah dan pohon berdiri vertikal sebagai acuan mata untuk melihat mana atas dan bawah.
Bagaimana mungkin kita berilusi ketika berada dalam kendaraan (mobil) ?
Ketika jalan itu miring sedangkan pohon yang sering kita pergunakan sebagai “acuan vertikal” juga miring maka yang terjadi seperti dalam gambar disebelah ini. Klick gambarnya untuk memperbesar. Sebanrany amobil ini mundur sendiri ketika mesin dimatikan. Arah kemiringan jalan sebenarnya ke arah kanan (sebelah kanan rendah), namun pepohonan ini miring dengan arah yang berlawanan dengan kemiringan jalan. Sehingga pikiran kita “tertipu” oleh mata kita yang seolah-olah melihat kemiringan jalan kearah kiri. Logika kita menyatakan seperti gambar normal diatas.
Pada ruas-ruasa jalan tertentu gejala ini akan lebih mudah menipu mata kita apalagi kalau kita sedang pada sebuah tempat atau jalan panjang yang secara naik (menanjak) tetapi ada ruas kecil menurun seperti dibawah ini. ketika mobil pada posisi di ruas jalan yang menurun ini akan terasa seolah-olah mobil tetap menanjak karena kemiringan jalan sangat landai dan pepohonan menipu persepsi otak.
Sumber : Dongeng Geologi
blognya bagus dan menarik.pemilihan warna, background, dan ukuran huruf sangat sesuai. untuk postingan di atas sangat menarik. semula saya juga mengira bahwa hal itu (mobil bisa menanjak tanpa menghidupkan mesin) disebabkan karena adanya medan magnet namun ternyata tidak. penjelasan di atas sangat menambah pengetahuan. saya juga menjadi tertarik untuk pergi ke gunung kelud tersebut, hehe..
ReplyDeleteblognya bagus sekali, bagroundnya sangat kontras dengn warna birunya...
ReplyDeletepostingan yang d tampilkan sungguh menarik dan sangat konseptual sekali, hal ini dapat menambah wawasan didukung dengan adanya gambar yang memperrmudah kita dalam membayangkan fenomena yang terjadi di sana.