Tuesday, November 27, 2012

"Misteri Medan Magnet di Gunung Kelud", Benarkah itu ?

Kendaraan bermotor yang melaju sendiri ketika melalui jalanan yang menurun adalah hal yang biasa. Tetapi bagaimana jika mobil yang dalam keadaan mesin tidak dihidupkan mampu menanjak sendiri. Itulah hal terjadi di daerah daerah tertentu di muka bumi ini. Para ahli memperkirakan hal ini terjadi kareana adanya daya magnet yang tinggi di tempat tersebut.

 
Tentunya salah satu yang menarik disini adalah apakah ada gaya tarik bumi atau magnet yang menarik mobil sehingga ada yang mengatakan dan menyatakan bahwa badan mobil dapat naik keatas tanpa mesin ? Gejala ini banyak yang diakui pernah diamati dibanyak tempat. Ada yang bilang ada di Arab, tapi saya belum pernah melihatnya. Juga ada yang ada di Gunung Kelud Jawa Timur yang bahkan hingga menarik minat MIPA Geofisika ITS untuk membuktikannya.

Saya tertarik dengan yang telah diteliti oleh Pak Seno (Dosen Geofisika) dan Pak Amin (Dosen Teknik Sipil) dari ITS, karena beliau berdua menyatakan misteri mobil berjalan naik di Gunung Kelud tidak terbukti adanya gaya magnet sehingga mobil berjalan keatas. Bahkan Pak Amien pernah menyatakan jalan itu justru miring 5% menurun sesuai arah pergerakan mobil. Pak Amien-pun menyatakan Jalan Misteri di Gunung Kelud Ternyata Hanya Ilusi

Fenomena jalan misteri Gunung Kelud pemah menjadi perhatian Prof. Yohanes Surya PhD, ketika diwawancarai Detikcom (29 Maret 2007). Profesor yang identik dengan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) ini menjelaskannya dengan ilmu fisika. “Itu hanya ilusi mata saja,” katanya. Profesor Yohanes menjelaskan, jalur misteri itu jalan yang sebenarnya miring, tapi kemiringannya kecil sekali (sekitar 1 derajat hingga 5 derajat) sehingga tidak terlihat. “Bila kita berdiri di suatu jalan yang kemiringannya lebih besar, baru jalan itu akan kelihatan naik atau menanjak,” ujarnya.

Misteri ini pernah ditulis Profesor Yohanes di rubrik Fenomena majalah Intisari edisi Maret. Dia menjawab pertanyaan Ratna Juanita Setiawati yang menanyakan mysterious road di Jeju Island, Korea. Setiap benda yang diletakkan di atas jalan tersebut bisa bergerak maju, padahal jalan itu menanjak. Mulai dari botol minuman kosong sampai bus pariwisata sarat penumpang, semuanya bisa menanjak meski mesinnya tidak dinyalakan. Logikanya, tiap barang yang diletakkan di permukaan jalan yang menanjak akan meluncur turun, bukannya menanjak seperti di jalan itu.

Profesor Yohanes menjawab seperti penjelasan di atas. Ditambahkannya pula, padajalan yang yang cukup licin dengan kemiringan 5 derajat, mobil bisa dipercepat dengan 0,8 meter/detik. Artinya, tiap detik kecepatannya bertambah 2,9 km/jam. Ini cukup besar. Bayangkan, dalam 10 detik kecepatannya bisa mencapai 29 km/jam. “Jadi tidak heran kalau botol minuman dan bus pariwisata akan meluncur di jalur misterius itu walaupun mesin tidak dinyalakan,” ujar Profesor Yohanes.

Profesor Yohanes menampik dugaan adanya medan magnet di kawasan Gunung Kelud. “Kalau ada magnet, besi-besi akan tertarik semua. Dampaknya juga lebih luas, alat elektronik bisa rusak semua,” ujarnya.
 
:( “Lah ya uwis pakdhe, jelasnya saja gimana ? Jangan nambahin, Thole jadi penasaran gitu”  
 
Ilusi
ilusi_jalan_1.jpgKetika mobil berjalan pada tempat yang datar, maka yang dilihat oleh mata kita adalah pohon-pohon yang ada di kiri kanan jalan. Secara logika sederhana, dan sudah otomatis di otak bahwa pohon ini akan berdiri tegak ke atas. Begitu juga ketika jalanan menurun, maka pohon ini akan tetap terlihat tegak vertikal keatas.

Gambar disebelah ini memperlihatkan secara normal bahwa mobil dengan mesin menyala berjalan sesuai dengan arah dan pohon berdiri vertikal sebagai acuan mata untuk melihat mana atas dan bawah.
Bagaimana mungkin kita berilusi ketika berada dalam kendaraan (mobil) ?

Ketika jalan itu miring sedangkan pohon yang sering kita pergunakan sebagai “acuan vertikal” juga miring maka yang terjadi seperti dalam gambar disebelah ini. Klick gambarnya untuk memperbesar. Sebanrany amobil ini mundur sendiri ketika mesin dimatikan. Arah kemiringan jalan sebenarnya ke arah kanan (sebelah kanan rendah), namun pepohonan ini miring dengan arah yang berlawanan dengan kemiringan jalan. Sehingga pikiran kita “tertipu” oleh mata kita yang seolah-olah melihat kemiringan jalan kearah kiri. Logika kita menyatakan seperti gambar normal diatas.
ilusi_jalan_2.jpg
Ilusi mobil jalan naik.

Pada ruas-ruasa jalan tertentu gejala ini akan lebih mudah menipu mata kita apalagi kalau kita sedang pada sebuah tempat atau jalan panjang yang secara naik (menanjak) tetapi ada ruas kecil menurun seperti dibawah ini. ketika mobil pada posisi di ruas jalan yang menurun ini akan terasa seolah-olah mobil tetap menanjak karena kemiringan jalan sangat landai dan pepohonan menipu persepsi otak.

Sumber : Dongeng Geologi

2 comments:

  1. blognya bagus dan menarik.pemilihan warna, background, dan ukuran huruf sangat sesuai. untuk postingan di atas sangat menarik. semula saya juga mengira bahwa hal itu (mobil bisa menanjak tanpa menghidupkan mesin) disebabkan karena adanya medan magnet namun ternyata tidak. penjelasan di atas sangat menambah pengetahuan. saya juga menjadi tertarik untuk pergi ke gunung kelud tersebut, hehe..

    ReplyDelete
  2. blognya bagus sekali, bagroundnya sangat kontras dengn warna birunya...
    postingan yang d tampilkan sungguh menarik dan sangat konseptual sekali, hal ini dapat menambah wawasan didukung dengan adanya gambar yang memperrmudah kita dalam membayangkan fenomena yang terjadi di sana.

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog Khristi_W_Physics.